Dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, seddiam nonumy eirmod tempor. invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadip- scing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur.
 

Peradaban Lembah Sungai Gangga

Sungai gangga Selain peradaban Lembah Sungai Shindu, di India kuno ditemukan pula peradaban Lembah Sungai Gangga. Letak Geografis peradaban lembah sungai Gangga antara Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Windya. Sampai sekarang,di wilayah ini belum ditemukan sisa-sisa peninggalan peradaban pada masa prasejarah. Peradabannya mulai berkembang sejak masuknya Bangsa Arya ke India dengan terbentuknya budaya Hindu

 

Kebudayaan Hindu Lembah Sungai Gangga

Berubahnya pola hidup bangsa Arya dari seorang pengembara menjadi hidup menetap, melahirkan kebudayaan campuran dengan bangsa aslinya, yaitu bangsa Hindu dan kebudayaanya disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme).

Bangsa Hindu melahirkan karya sastra berupa kitab Weda yang berisi cerita kepahlawanan bangsa Arya juga puji-pujian kepada dewa. Kitab Suci Weda terdiri dari empat bagian, yaitu:

  • Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa.
  • Sama-Weda, berisi nyanyian untuk memuja dewa.
  • Yayur-Weda, berisi bacaan untuk keselamatan.
  • Atharwa-Weda, berisi ilmu untuk menghilangkan marabahaya.

Selain Kitab Suci Weda, terdapat Kitab Brahmana yang isinya doa-doa ucapan Brahmana saat dilangsungkan upacara, dan Kitab Upanishad yang isinya ajaran keagamaan dari guru. Ajaran Hindu mengenal banyak dewa (polytheisme), namun
dewa yang menjadi utama adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu
dan Dewa Siwa.

Dewa Brahma, Dewa Wisnu, Sewa Siwa


Bangsa Arya mengatur tatanan sosial masyarakat-masyarakat yang dijumpainya dengan sistem kasta. Sistem kasta terdiri dari 4 bagian, yakni:

Kasta Brahmana: kaum agamawan.
Kasta Kstaria: kaum pemerintahan.
Kasta Waisya: kaum petani dan pedagang.
Kasta Sudra: kaum pekerja.

 

Kebudayaan Buddha Lembah Sungai Gangga

Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama Sang Buddha (artinya Yang Diterangi/Yang Disinari). Pada awalnya, Sidharta Gautama adalah seorang pangeran di Kerajaan Kapilawastu dan termasuk golongan Kasta Ksatria. Gaya hidup yang dijalani Sidharta semenjak kecil selalu dalam kemewahan dan serba berkecukupan, walaupun begitu tidak pernah merasakan ketenangan batiniah.

Arca Buddh Sidharta Gautama

Tiga unsur utama yang terdapat dalam ajaran Buddha, sebagai berikut:


Sang Buddha, berbakti kepada Sang Buddha.
Dharma, berbakti kepada ajarannya.
Sangha, berbakti kepada umatnya.

 
Keseluruhan ajaran Buddha kemudian dibukukan dalam Kitab Tripitaka. Kitab Tripitaka menjadi pedoman ritual bagi kehidupan para pengikutnya. Kitab ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.

Pemerintahan

Pemerintahan yang pernah berkuasa di wilayah Lembah Sungai Gangga adalah Kerajaan Gupta. Kerajaan ini erat kaitannya dengan keberadaan Kerajaan Maurya di Lembah Sungai Indus. Runtuhnya kerajaan ini mendorong timbulnya Kerajaan Gupta
yang menguasai India

Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Gupta, yaitu:

  • Candragupta I (320-330)
  • Samudragupta (330-375)
  • Candragupta II (375-415)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberi comment jika punya usul atau pertanyaan.....