Dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, seddiam nonumy eirmod tempor. invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadip- scing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur.
 

Tampilkan postingan dengan label Biologi (Animalia). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi (Animalia). Tampilkan semua postingan

Mengenal Filum Mollusca

mollusca Filum Mollusca (Latin, molluscus berati lunak) merupakan hewan triplobastik selomata yang bertubuh lunak. Nama Mollusca berasal dari kata molluscus yang berarti lunak.Mollusca merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang, setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, serta 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Mollusca hidup di laut, air tawar, payau, dan darat, dari palung, benua, laut, sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

 

Ciri-Ciri Umum Mollusca

Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca sangat bervariasi. Misalnya, siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m.

Tubuh Mollusca lunak dan tidak beruas-ruas, merupakan binatang triplobastik selomata. Apabila dipotong menjadi dua bagian, bersifat simetri bilateral. Tubuh Mollusca terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kaki, massa viseral, dan mantel, dapat berupa cangkang/cangkok namun ada juga yang tidak. 

Sistem saraf Mollusca terdiri atas cincin saraf, memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan Mollusca lengkap terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.

 

Perkembangbiakan Mollusca

Mollusca ini juga termasuk hewan hermaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin jantan dan betina dalam satu individu (berumah satu), tetapi ada juga yang alat kelaminnya terpisah (berumah dua). Oleh sebab itu, cara reproduksinya dengan cara fertilisasi internal

 

Jenis-Jenis Mollusca

Filum Mollusca ini terdiri atas beberapa kelas, Mollusca dikelompokkan ke dalam lima kelas, yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.

 

  • Amphineura

image
Kita jarang melihat hewan ini karena jenis Mollusca ini masih primitif yang diperkirakan telah ada 450 juta tahun yang lalu. Contohnya adalah Chiton

Hewan Chiton hidup di dasar perairan lautan dan di pantai. Dari gambar tampak bentuk tubuhnya pipih, tidak terlihat bagian kepala, memiliki punggung dilindungi cangkang yang tersusun seperti genting rumah yang terletak di bagian punggung (dorsal). Daur hidup Chiton memiliki fase larva yang disebut trokopor

  • Gastropoda

gastropoda Nama Gastropoda berasal dari bahasa Yunani, gaster yang berarti perut  dan podos yang berarti kaki. Gastropoda berarti hewan yang berkaki perut.
Seperti Anda lihat sehari-hari, hewan ini ada yang hidup di darat, air tawar, maupun air laut. Anggota kelas ini adalah yang terbesar dari Mollusca, yaitu sekitar 35.000 jenis. Contoh Mollusca yang hidup di darat adalah siput, bekicot (Acathina fulica), siput rakus (Amphidromus); yang hidup di air: kreco (Paludina), siput sawah (Limnea javanica).

Ciri-ciri gastropoda mempunyai cangkang yang berbentuk kerucut dan berpilin-pilin ke arah kanan atau kiri dan tubuhnya akan menyesuaikan diri dengan bentuk cangkang itu. Bentuk cangkangnya bermacam-macam seperti tanduk, berduri, atau menjari. Ada pula Mollusca yang tidak mempunyai cangkang, misalnya siput telanjang (Vaginula), jenis ini hidup juga di darat.

Pada bagian kepala yang terletak di depan terdapat sepasang tantakel pendek (sungut). Bintik mata terdapat pada tantakel panjang yang berfungsi untuk membedakan gelap dan terang.

Jenis kelamin hewan gastropoda adalah hermaprodit, tetapi melakukan perkawinan dengan individu lain, tidak pernah melakukan pembuahan sendiri. Setelah fertilisasi, hewan betina akan mengeluarkan telur yang telah dibuahi dan biasanya diletakkan dalam lubang tanah sampai menetas yang akan berkembang menjadi dewasa.

 

  • Scaphopoda

Contoh dari Scaphopoda adalah Dentalium vulgare. Hewan ini hidup di laut atau di pantai yang berlumpur, cangkangnya tajam, berbentuk taring/ terompet yang kedua ujungnya terbuka karena disesuaikan dengan tempat hidupnya, yaitu di laut dan terpendam di dalam pasir/lumpur.

 

  • Pelecypoda (Bivalvia/Lamellibranchiata)

Nama Pelecypoda berasal dari bahasa Latin pelekys yang berarti kapak dan podos yang berarti kaki, jadi pelecypoda berarti hewan yang memiliki bentuk kaki seperti kapak yang terletak di bagian anterior

Pernahkah Anda melihat kerang yang menghasilkan mutiara dan sering digunakan untuk perhiasan? Jika Anda sudah pernah melihatnya, maka Anda sudah dapat mengamati ciri-cirinya. 

Pada bagian posterior cangkang ada dua macam celah yang disebut sifon. Celah yang
berada di dekat anus dinamakan sifon, berfungsi untuk keluar masuknya air dan zatzat
sisa. Sebaliknya sifon masuk terletak di bagian sebelah bawah sifon keluar yang berfungsi untuk masuknya oksigen, air, dan makanan

Cangkang/rumah Pelecypoda terdiri atas bagian-bagian berikut :

cangkang

  • Periostrakum
    Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung
  • Prisma
    Prisma merupakan lapisan tengah yang tersusun dari kristal kalsit.
  • Nakre
    Nakre disebut sebagai lapisan induk mutiara yang tersusun dari lapisanlapisan tipis paralel dan kalsit (karbonat) yang tampak mengkilat.
  • Mantel
    Mantel terletak di bawah nakreas yang terdiri atas sel-sel nakreas (yang sekretnya membentuk lapisan nakreas dan membentuk mutiara) jaringan ikat, dan sel-sel epitelium yang bersilia.

 

  • Cephalopoda

Cephalopoda berarti hewan yang menggunakan kepalanya sebagai alat gerak/kakinya, (cephale berarti kepala dan podos berarti kaki). Contoh kelompok hewan ini adalah cumi-cumi (Loligo), gurita (Octopus), dan sotong (Sepia).
Jika kita amati, hewan ini memiliki ciri khas, yaitu mempunyai tentakel yang dilengkapi dengan alat pengisap. Alat ini terdapat pada kepala yang berguna untuk menangkap mangsa. Misalnya, pada cumi-cumi dan sotong mempunyai 8 tentakel pendek dan 2 tentakel yang panjang. Nautilus mempunyai sekitar 60-90 tentakel. Gurita mempunyai 8 tentakel.

Read more

Filum Annelida

annelida Filum cacing yang lain adalah Annelida (annulus berarti cincin kecil), artinya bentuk cacing ini seperti cincin atau gelang-gelang. Anggota filum ini adalah cacing tanah.

 

Morfologi dan Fisiologi Annelida

Srtruktur Tubuh annelida ini mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan yang lain. Cacing tersebut sudah mempunyai rongga sejati disebut triplobastik selomata. Bentuk tubuhnya bersegmen-segmen dilapisi oleh kutikula, tersusun oleh gelang kecil yang dibatasi dengan sekat berbentuk seperti cincin atau gelang. Jika cacing ini dipotong menjadi dua bagian yang sama, maka bentuk tubuhnya simetri bilateral.

Annelida ini mempunyai sistem pencernaan sempurna yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, usus halus, dan anus. Selain itu, juga mempunyai sistem ekskresi berupa nefridia. Respirasinya melalui permukaan tubuh atau insang. Pada tiap-tiap segmen terdapat organ ekskresi, sistem saraf, dan sistem reproduksi.

 

Perkembangbiakan Annelida

Bagaimana cacing annelida berkembang biak? Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum. Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat/ wadah telur yang telah dibuahi.

Meskipun Annelida ini bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis. Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur yang telah dibuahi.

 

Jenis-Jenis Annelida

jika Anda meraba permukaan tubuh cacing ini akan seperti terasa duri/rambut halus
disebut seta. Seta ini berguna untuk bergerak. Dengan dasar ada tidaknya seta, maka filum ini dibagi menjadi kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

  • Polychaeta

Sesuai dengan namanya, kelompok cacing ini berambut banyak. Tiap segmen dilengkapi dengan parapodia, yaitu semacam kaki yang terdapat pada sisi kanan dan kiri tubuhnya. Kepala dapat terlihat jelas dan bermata.Anggota species cacing jenis ini paling banyak di antara cacing yang lain.
Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah dapat dibedakan, larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut dengan trokopor. Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh.

Anggota yang terkenal jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele).

 

  • Oligochaeta

Bentuk cacing Oligochaeta berkebalikan dari cacing Polychaeta, yaitu mempunyai sedikit seta/rambut, tidak mempunyai mata dan parapodia.
Misalnya, cacing tanah (Pheretima sp.) berada di Asia, Lumbricus sp. berada
di Amerika

 

  • Hirudinea

Anggota jenis cacing ini tidak mempunyai rambut, parapodia, dan seta.
Pernahkah Anda melihat lintah (Hirudinaria javanica) atau pacet (Haemadippza
zeylania)?
Tempat hidup hewan ini ada yang berada di air tawar, air laut, dan di darat. Anda pasti sudah mengetahui bila lintah merupakan hewan pengisap darah, pada tubuhnya terdapat alat pengisap di kedua ujungnya yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya.

Pada saat mengisap, lintah ini mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat antipembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. Setelah kenyang mengisap darah, lintah itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam air.

Read more

Mengenal Plathyhelmintes

tentang Plathyhelmintes Plathyhelmintes (cacing pipih) ini berbentuk pipih, lunak, dan simetri bilateral. Dapat hidup bebas di air tawar atau air laut, misalnya, Planaria dan sebagai parasit pada hewan atau manusia, misalnya, cacing hati. Cacing ini tidak mempunyai saluran pencernaan makanan dan anus.

 

Ciri-ciri Plathyhelminthes

  • Tubuh pipih dan tidak berbuku-buku.
  • Sistem pencernaan dengan gastrovaskuler.
  • Sistem pencernaan tidak sempurna (tidak memiliki anus).
  • Sistem transportasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
  • Sistem saraf dengan ganglion
  • Sistem ekskresi menggunakan sel api.
  • Tidak memiliki sistem peredaran darah.
  • Berespirasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya.

 

Struktur Tubuh Plathyhelminthes


Tubuh cacing ini terdiri atas 3 lapisan jaringan, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan dalam) serta tidak memiliki rongga tubuh atau bersifat triploblastik aselomata.

Perkembangbiakan Plathyhelminthes
Cacing ini ternyata mempunyai daya regenerasi sangat tinggi, yaitu dengan cara membelah diri. Cara demikian merupakan cara reproduksi secara aseksual. Pembelahan tubuh dimulai dengan penggentingan di belakang faring dan memisah menjadi dua hewan. Dapat juga apabila dari satu individu dipotong menjadi beberapa bagian, maka setiap bagiannya akan mampu membentuk individu baru.

Selain secara aseksual, cacing ini dapat pula berkembang biak secara seksual karena hewan ini pada umumnya bersifat hemaprodit (satu individu mempunyai dua alat kelamin), tetapi akan terjadi perkawinan silang.

 

Klasifikasi Plathyhelminthes

  • Kelas Turbellaria

Turbellaria atau cacing berbulu getar merupakan cacing yang hidup bebas. Contohnya adalah Planaria.
Planaria adalah cacing yang hidup secara bebas di perairan. Cacing
ini bisa dijadikan sebagai bioindikator terhadap kadar pencemaran di suatu
perairan.

Cacing ini suka hidup di perairan yang bersih atau belum
tercemar. Planaria memiliki sistem pencernaan yang masih sederhana. Makanan akan ditangkap melalui tonjolan faring yang berada pada bagian tengah ventral tubuhnya. Makanan yang sudah ditangkap lalu dimasukkan dalam usus yang bercabang-cabang untuk dicerna. Hasil pencernaan makanan akan berdifusi ke seluruh jaringan tubuh, sementara itu sisa pencernaan akan dikeluarkan lewat mulut. Planaria merupakan cacing yang bersifat karnivora.

 

  • Kelas Trematoda (cacing isap)

Anggota cacing ini semuanya bersifat parasit, baik pada hewan ternak
ataupun pada manusia. Tubuh cacing ini dibungkus oleh kutikula untuk
mempertahankan diri. Contoh Trematoda antara lain:

    • Fasciola hepatica (cacing hati pada ternak)

Cacing ini memiliki panjang 2-6 cm. Habitatnya adalah di hati ternak, cacing ini memiliki sel api atau flame cell sebagai alat ekskresi, sistem saraf tangga tali serta memiliki alat pengisap atau sucker yang terdapat pada bagian mulut serta pada bagian ventral atau perut. Cacing ini bereproduksi secara generatif. Satu individu bisa menghasilkan 2000-4000 telur. Telur yang sudah dibuahi akan melewati saluran empedu kemudian ke usus dan akan keluar bersama feses. Cacing ini memiliki hospes sementara siput air dan hospes tetapnya adalah ternak.

Daur hidup fasciola hepatica 

Daur hidup cacing ini dimulai dari telur yang berada dalam feses keluar ke lingkungan. Telur itu akan menetas menjadi larva bersilia mirasidium dan masuk ke dalam tubuh siput (sebagai inang antara), lalu berkembang menjadi sporosista, kemudian menjadi redia, lalu sekaria.
Serkaria keluar dari tubuh siput, lalu menempel pada tanaman, kemudian berkembang menjadi metaserkaria. Ketika tanaman dimakan ternak, metaserkaria akan menetas di usus dan dewasa dalam organ hati.

 

    • Clonorchis sinensis

Clonorchis sinensis merupakan cacing hati yang parasit pada hati manusia. Cacing ini hospes antaranya adalah ikan air tawar. Daur hidup cacing ini dimulai dari telur yang keluar bersama feses, kemudian menetas menjadi sporosista yang akan berkembang menjadi redia. Redia akan berubah menjadi serkaria yang akan hidup di dalam tubuh ikan air tawar. Ketika ikan air tawar yang terinfeksi larva cacing ini tidak dimasak secara sempurna dan dimakan manusia, maka akan masuk menuju saluran pencernaan dan menuju saluran empedu dan dewasa dalam organ hati. Cacing ini dapat merusak sel-sel hati dan dapat menyebabkan kematian.

 

 

  • Kelas Cestoda (Cacing Pita)

Anggota cacing ini adalah semua cacing pita yang ada di dalam saluran usus Vertebrata, misalnya, Taenia saginata dan Taenia solium yang berada di usus manusia, Taenia echinococcus dalam usus anjing,
Choanotaenia infundibulum dalam usus ayam, serta Monia expansa dan M. benedeni dalam usus Herbivora.

Cacing ini tidak mempunyai mulut, tubuh (strobila) bersegmen (proglotida) menyatu dengan kepala (skolek), diliputi kutikula, dan leher berupa segmen muda yang semakin tua semakin melebar. Lepasnya segmen tua dari tubuh cacing disebut apolitis. Cacing ini bersifat hermafrodit dan sistem saraf yang menyatu dengan sistem ekskresi.
Anggota cacing ini mempunyai daur hidup yang berbeda-beda. Daur
hidup Taenia. saginata dapat dilihat pada Gambar

daur hidup taenia saginata

Read more

Mengenal Coelenterata/Cnidaria

image Coelenterata berasal dari kata coelon yang artinya berongga dan enteron yang artinya perut. Dengan demikian, Coelenterata dapat diartikan sebagai hewan perut berongga. Makanan masuk melalui mulut kemudian masuk ke perut. Rongga tubuh digunakan sebagai tempat pencernaan makanan dan sebagai alat pengedar sari makanan dan sisa makanan dikeluarkan.

 

Ciri-ciri Coelenterata/Cnidaria

  • Tubuh simetri radial.
  • Diploblastik (tubuh terdiri atas dua lapisan jaringan).
  • Memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus.
  • Habitat di perairan, baik perairan tawar maupun laut.
  • Pencernaan makanan dengan sistem gastrovaskuler.
  • Memiliki lengan (tentakel) yang dilengkapi dengan sel beracun atau cnidoblast.
  • Memiliki 2 tipe tubuh, yaitu:
    - Tipe polip, yaitu tipe tubuh yang hidupnya tak bebas atau menempel pada substrat tertentu.
    - Tipe medusa (seperti payung ), yaitu tipe yang dapat hidup bebas karena memiliki kemampuan untuk berenang.

 

Struktur Tubuh Coelenterata/Cnidaria

Seperti halnya pada Porifera, tubuh Coelenterata juga terdiri atas lapisan ektoderm atau lapisan luar dan endoderm atau lapisan dalam. Antara kedua lapisan tersebut terdapat rongga yang disebut sebagai mesoglea. Untuk mempertahankan diri terhadap musuhnya, pada lengan atau tentakel memiliki kemampuan untuk menghasilkan racun. Selain itu, tentakel juga berfungsi untuk menangkap makanan.

 

Reproduksi Coelenterata

Coelenterata bereproduksi secara generatif (seksual) maupun vegetatif (aseksual). Reproduksi generatif atau seksual terjadi dengan peleburan antara sel kelamin jantan (sperma) dan sel telur (ovum). Reproduksi vegetatif (aseksual) melalui pembentukan tunas. Apabila tunas pada tubuhnya lepas
maka akan tumbuh menjadi individu baru.

 

Klasifikasi Coelenterata

Secara garis besar Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

  • Kelas Hydrozoa

Hewan ini membentuk koloni kecil berbentuk polip dominan, sebagian membentuk medusa yang mempunyai laci dan payung melalui pembentukan tunas, contohnya, Hydra, Gonionemus, dan Obelia.

    • Hydra

      Berdasarkan pengamatan dapat kita lihat bentuk Hydra seperti kantung, berongga, dan tidak bersekat. Hidupnya secara soliter di air tawar. Makanannya berupa hewan-hewan kecil misalnya jentik nyamuk, udang, kerang. Hydra bereproduksi secara aseksual dan seksual.

Struktur Hydra

    • Obelia

      Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. Hidupnya sebagai koloni polip, yaitu polip hidrant yang berfungsi untuk makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat menghasilkan alat reproduksi. Agar lebih jelas, amati daur hidupnya

daur hidup obelia

    • Physalia

      Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk  reproduksi (gonazoid) dan  polip untuk menangkap mangsa (daktilozid).

 

Kelas Scyphozoa

Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita, berupa medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm, dengan pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.Siklus hidup ubur-ubur

kelas Anthozoa

kelas anthozoa Anthozoa merupakan Coelenterata yang memiliki bentuk tubuh menyerupai bunga. Kelas ini merupakan pembentuk anemon laut atau terumbu karang yang dapat menambah keindahan pemandangan di laut.

 

Peranan Coelenterata/Cnidaria

Dalam kehidupan, peranan Coelenterata antara lain:

  • Dalam perairan berperan sebagai plankton sebagai makanan ikan
  • Penyusun terumbu karang yang ada di lautan.
  • Sebagai hiasan.
Read more

Mengenal Porifera

Porifera Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung.

Ciri-ciri Porifera

  • Merupakan hewan multiselluler (multi = banyak, selluler = sel).
  • Habitat di perairan terutama di air laut.
  • Tubuhnya tersusun atas jaringan diploblastik (terdiri atas 2 lapisan
    jaringan).
    1. Lapisan ektoderm yang terdiri atas selapis sel yang pipih yang
      berfungsi sebagai kulit yang disebut pinakosit.
    2. Lapisan endoderm yang terdiri atas sel leher atau koanosit.
  • Memiliki tubuh yang berbentuk seperti piala atau botol dan hidupnya
    bersifat sessil atau menetap atau menempel pada substrat tertentu.
  • Reproduksi vegetatif dengan tunas atau kuncup, gemmule (kuncup
    dalam), generatif dengan pembentukan sel gamet.

 

Struktur Tubuh Porifera dan Fungsinya

Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui oskulum.

struktur tubuh porifera

Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada.

Porifera tidak mempunyai sel saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan.
Kemampuan myocyt terhadap stimulus adalah gerakan mengkerut mengendurnya sel tubuh sehingga porocyt ataupun osculum bisa menutup dan membuka

 

Reproduksi Porifera

Porifera bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif. Reproduksi generatif, yaitu dengan sel-sel kelamin yang dihasilkan oleh sel amoeboid. Porifera termasuk hewan monoesius atau hermafrodit karena dalam satu tubuh bisa menghasilkan dua sel kelamin
sekaligus.

Reproduksi vegetatif dengan pembentukan tunas ataupun kuncup. Ketika kuncup atau tunas-tunas tersebut lepas akan tumbuh menjadi individu baru. Apabila Porifera berada dalam lingkungan yang kering, maka akan membentuk gemmule atau kuncup dalam yang nantinya juga bisa tumbuh menjadi individu baru.

 

Klasifikasi Porifera

Berdasarkan bahan penyusun rangka tubuh, Porifera diklasifikasikan
menjadi:

Calcarea

Merupakan kelas Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula yang spongin (dari senyawa protein) tersusun atas zat kapur, contohnya adalah Grantia dan Scypa.

Hexactinellida

Merupakan Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula,
contohnya adalah Eupectella.

Demospongia

Merupakan Porifera yang spikulanya berasal dari campuran zat kapur atau silikat, contohnya adalah Euspongia , Spongilla.

 

Tipe-tipe Saluran Air pada Porifera

Berdasarkan jalan masuknya air ke dalam tubuh, Porifera dibedakan
menjadi 3 tipe, yaitu:

Asconoid

Tipe asconoid adalah tipe yang paling sederhana pada Porifera. Air
akan masuk ke ostium, lalu menuju ke atrium atau rongga tubuh dan
akan keluar lewat oskulum.

Syconoid

Dibandingkan dengan tipe asconoid, jenis ini lebih rumit. Air yang
masuk melalui pori-pori atau ostium akan menuju saluran radial, lalu ke
atrium atau rongga dan keluar melalui oskulum.

Leuconoid atau Rhagon

Merupakan tipe yang paling kompleks pada Porifera. Air masuk
melalui pori-pori atau ostium, kemudian menuju saluran radial yang
bercabang-cabang, kemudian masuk ke bagian atrium dan akan keluar
melalui oskulum.

saluran air porifera

 

Peranan Porifera

Tubuh Porifera yang sudah mati dapat dimanfaatkan sebagai
penggosok ketika mandi ataupun mencuci. Selain itu, dapat juga
dimanfaatkan sebagai hiasan yang ada pada akuarium.

Read more